PERANCANGAN ALAT DAN PROGRAM MIKROKONTROLER
Diagram
Blok dan Cara Kerja Rangkaian
Dari gambar diatas dapat diketahui prinsip kerja dari alat
kemanan kendaraan ini. Setelah Hp(T) menghubungi Hp(R) dapat kita kendalikan
alat. Dimana sinyal dari Hp(R) akan diterima Hp(T) dan akan masuk ke blok
ragkaian DTMF sinyal tadi diubah menjadi data digial yang akan masuk ke
mikrokontroler AT895551, didalam mikrokontroler data digital tadi diproses dan
sesuai dengan program yang dibua, perintah dari Hp(R) akan dieksekusi, sehingga
alat dapat berjalan sesuai dengan yang diberi.
Rangkaian Relay Lampu
Output
dari relay yang satu dihubungkan ke kunci dan yang lainnya dihubungkan
ke
lampu, hubungan yang digunakan adalah normally close. Prinsip kerja rangkaian
ini
pada dasarnya memanfaatkan fungsi transistor sebagai saklar elektronik.
Tegangan
atau
sinyal pemicu dari transistor berasal dari mikrokontroler port 0.1 (P0.1). Pada
saat
logika pada port 0.1 adalah tinggi (high), maka transistor mendapat tegangan
bias
dari
kaki basis. Dengan adanya tegangan bias ini maka transistor akan aktif
(saturation),
sehingga adanya arus yang mengalir ke kumparan relay. Hal ini akan
menyebabkan
sakar pada relay menjadi terbuka, sehingga hubungan kunci ke lampu
akan
terputus, dan jika kunci diaktifkan, maka lampu tidak akan menyala.
Rangkaian Alarm
Output dari relay yang satu dihubungkan ke sumber tegangan 12
volt dan yang
lainnya dihubungkan ke buzzer. Hubungan yang digunakan adalah
normally open.
Prinsip kerja rangkaian ini pada dasarnya memanfaatkan fungsi
transistor sebagai
saklar elektronik. Tegangan atau sinyal pemicu dari
transistor berasal dari
mikrokontroler port 0.0 (P0.0). Pada saat logika pada port
0.0 adalah tinggi (high),
maka transistor mendapat tegangan bias dari kaki basis.
Dengan adanya tegangan bias
ini maka transistor akan aktif (saturation), sehingga adanya
arus yang mengalir ke
kumparan relay. Hal ini akan menyebabkan sakar pada relay
menjadi tertutup,
sehingga hubungan sumber tegangan 12 volt ke buzzer akan
terhubung dan buzzer
Rangkaian Mikrokontroler AT89S51
Pin 31 External Access Enable (EA) diset high (H). Ini
dilakukan karena
mikrokontroller AT89S51 tidak menggunakan memori eskternal.
Pin 18 dan 19
dihubungkan ke XTAL 12 MHz dan capasitor 33 pF. XTAL ini akan
mempengaruhi
kecepatan
mikrokontroller AT89S51 dalam mengeksekusi setiap perintah
dalam
program. Pin 9 merupakan masukan reset (aktif tinggi). Pulsa
transisi dari rendah ke
tinggi akan me-reset mikrokontroller ini. Pin 32 sampai 39
adalah Port 0 yang
merupakan saluran/bus I/O 8 bit open collector dapat juga
digunakan sebagai
multipleks bus alamat rendah dan bus data selama adanya akses
ke memori program
eksternal. Pada port 0 ini masing masing pin dihubungkan
dengan resistor 4k7 ohm.
Resistor 4k7 ohm yang dihubungkan ke port 0 befungsi sebagai
pull up( penaik
tegangan ) agar output dari mikrokontroler dapat mentrigger
transistor. Pin 1 sampai
8 adalah port 1. Pin 21 sampai 28 adalah port 2. Dan Pin 10
sampai 17 adalah port 3.
Pin 39 yang merupakan P0.0 dihubungkan dengan sebuah resistor
330 ohm dan
sebuah LED. Ini dilakukan hanya untuk menguji apakah
rangkaian minimum
mikrokontroller AT89S51 sudah bekerja atau belum. Dengan
memberikan program
sederhana pada mikrokontroller tersebut, dapat diketahui
apakah rangkaian minimum
tersebut sudah bekerja dengan baik atau tidak. Jika LED yang
terhubug ke Pin 39
sudah bekerja sesuai dengan perintah yang diberikan, maka
rangkaian minimum
tersebut telah siap digunakan. Pin 20 merupakan ground
dihubungkan dengan ground
pada power supplay. Pin 40 merupakan sumber tegangan positif
dihubungkan dengan
+ 5 volt dari power supplay.
Perancangan Rangkaian DTMF Dekoder
Komponen utama dari rangkaian ini adalah IC MT8870. IC ini
merupakan IC
DTMF decoder. IC ini akan merubah tone yang ada pada inputnya
menjadi 4 bit data
biner. Jika tone yang diterimanya tone 1, maka output dari
rangkaian ini adalah 0001,
tone yang diterimanya tone 2, maka output dari rangkaian ini
adalah 0010, demikian
seterusnya. Output dari rangkaian ini akan dihubungkan ke
mikrokontroler sehingga
mikrokontroler dapat mengenali data yang dikirimkan oleh
rangkaian ini untuk
kemudian diolah oleh mikrokontroler untuk melaksanakan
instruksi selanjutnya
Input rangkaian ini dihubungkan dengan penguat sehingga
sinyal (tone) yang
berasal dari HP akan diinputkan ke pin 2 dari IC ini.
Rangkaian penguat ini berfungsi
untuk menguatkan sinyal yang diterima oleh HP (kabel speaker
pada hansfree).
Karena sinyal yang diterima oleh HP sangat kecil, sehingga
dibutuhkan penguat.
Komponen utama dari rangkaian penguat ini adalah Op Amp 741,
yang merupakan IC
penguat. Pada rangkaian ini terjadi penguatan sebesar :
Pengua tan A
R2 220.000
733 kali
R1300
Rangkaian Power Supplay
(PSA)
Trafo merupakan trafo stepdown yang berfungsi untuk
menurunkan tegangan
dari 220 volt AC menjadi 12 volt AC. Kemudian 15 volt AC akan
disearahkan dengan
menggunakan dua buah dioda, selanjutnya 15 volt DC akan
diratakan oleh kapasitor
2200 µF. Regulator tegangan 5 volt (LM7805CT) digunakan agar
keluaran yang
PERANCANGAN ALAT DAN PROGRAM MIKROKONTROLER
Diagram
Blok dan Cara Kerja Rangkaian
Dari gambar diatas dapat diketahui prinsip kerja dari alat
kemanan kendaraan ini. Setelah Hp(T) menghubungi Hp(R) dapat kita kendalikan
alat. Dimana sinyal dari Hp(R) akan diterima Hp(T) dan akan masuk ke blok
ragkaian DTMF sinyal tadi diubah menjadi data digial yang akan masuk ke
mikrokontroler AT895551, didalam mikrokontroler data digital tadi diproses dan
sesuai dengan program yang dibua, perintah dari Hp(R) akan dieksekusi, sehingga
alat dapat berjalan sesuai dengan yang diberi.
Rangkaian Relay Lampu
Output
dari relay yang satu dihubungkan ke kunci dan yang lainnya dihubungkan
ke
lampu, hubungan yang digunakan adalah normally close. Prinsip kerja rangkaian
ini
pada dasarnya memanfaatkan fungsi transistor sebagai saklar elektronik.
Tegangan
atau
sinyal pemicu dari transistor berasal dari mikrokontroler port 0.1 (P0.1). Pada
saat
logika pada port 0.1 adalah tinggi (high), maka transistor mendapat tegangan
bias
dari
kaki basis. Dengan adanya tegangan bias ini maka transistor akan aktif
(saturation),
sehingga adanya arus yang mengalir ke kumparan relay. Hal ini akan
menyebabkan
sakar pada relay menjadi terbuka, sehingga hubungan kunci ke lampu
akan
terputus, dan jika kunci diaktifkan, maka lampu tidak akan menyala.
Rangkaian Alarm
Output dari relay yang satu dihubungkan ke sumber tegangan 12
volt dan yang
lainnya dihubungkan ke buzzer. Hubungan yang digunakan adalah
normally open.
Prinsip kerja rangkaian ini pada dasarnya memanfaatkan fungsi
transistor sebagai
saklar elektronik. Tegangan atau sinyal pemicu dari
transistor berasal dari
mikrokontroler port 0.0 (P0.0). Pada saat logika pada port
0.0 adalah tinggi (high),
maka transistor mendapat tegangan bias dari kaki basis.
Dengan adanya tegangan bias
ini maka transistor akan aktif (saturation), sehingga adanya
arus yang mengalir ke
kumparan relay. Hal ini akan menyebabkan sakar pada relay
menjadi tertutup,
sehingga hubungan sumber tegangan 12 volt ke buzzer akan
terhubung dan buzzer
Rangkaian Mikrokontroler AT89S51
Pin 31 External Access Enable (EA) diset high (H). Ini
dilakukan karena
mikrokontroller AT89S51 tidak menggunakan memori eskternal.
Pin 18 dan 19
dihubungkan ke XTAL 12 MHz dan capasitor 33 pF. XTAL ini akan
mempengaruhi
kecepatan
mikrokontroller AT89S51 dalam mengeksekusi setiap perintah
dalam
program. Pin 9 merupakan masukan reset (aktif tinggi). Pulsa
transisi dari rendah ke
tinggi akan me-reset mikrokontroller ini. Pin 32 sampai 39
adalah Port 0 yang
merupakan saluran/bus I/O 8 bit open collector dapat juga
digunakan sebagai
multipleks bus alamat rendah dan bus data selama adanya akses
ke memori program
eksternal. Pada port 0 ini masing masing pin dihubungkan
dengan resistor 4k7 ohm.
Resistor 4k7 ohm yang dihubungkan ke port 0 befungsi sebagai
pull up( penaik
tegangan ) agar output dari mikrokontroler dapat mentrigger
transistor. Pin 1 sampai
8 adalah port 1. Pin 21 sampai 28 adalah port 2. Dan Pin 10
sampai 17 adalah port 3.
Pin 39 yang merupakan P0.0 dihubungkan dengan sebuah resistor
330 ohm dan
sebuah LED. Ini dilakukan hanya untuk menguji apakah
rangkaian minimum
mikrokontroller AT89S51 sudah bekerja atau belum. Dengan
memberikan program
sederhana pada mikrokontroller tersebut, dapat diketahui
apakah rangkaian minimum
tersebut sudah bekerja dengan baik atau tidak. Jika LED yang
terhubug ke Pin 39
sudah bekerja sesuai dengan perintah yang diberikan, maka
rangkaian minimum
tersebut telah siap digunakan. Pin 20 merupakan ground
dihubungkan dengan ground
pada power supplay. Pin 40 merupakan sumber tegangan positif
dihubungkan dengan
+ 5 volt dari power supplay.
Perancangan Rangkaian DTMF Dekoder
Komponen utama dari rangkaian ini adalah IC MT8870. IC ini
merupakan IC
DTMF decoder. IC ini akan merubah tone yang ada pada inputnya
menjadi 4 bit data
biner. Jika tone yang diterimanya tone 1, maka output dari
rangkaian ini adalah 0001,
tone yang diterimanya tone 2, maka output dari rangkaian ini
adalah 0010, demikian
seterusnya. Output dari rangkaian ini akan dihubungkan ke
mikrokontroler sehingga
mikrokontroler dapat mengenali data yang dikirimkan oleh
rangkaian ini untuk
kemudian diolah oleh mikrokontroler untuk melaksanakan
instruksi selanjutnya
Input rangkaian ini dihubungkan dengan penguat sehingga
sinyal (tone) yang
berasal dari HP akan diinputkan ke pin 2 dari IC ini.
Rangkaian penguat ini berfungsi
untuk menguatkan sinyal yang diterima oleh HP (kabel speaker
pada hansfree).
Karena sinyal yang diterima oleh HP sangat kecil, sehingga
dibutuhkan penguat.
Komponen utama dari rangkaian penguat ini adalah Op Amp 741,
yang merupakan IC
penguat. Pada rangkaian ini terjadi penguatan sebesar :
Pengua tan A
R2 220.000
733 kali
R1300
Rangkaian Power Supplay
(PSA)
Trafo merupakan trafo stepdown yang berfungsi untuk
menurunkan tegangan
dari 220 volt AC menjadi 12 volt AC. Kemudian 15 volt AC akan
disearahkan dengan
menggunakan dua buah dioda, selanjutnya 15 volt DC akan
diratakan oleh kapasitor
2200 µF. Regulator tegangan 5 volt (LM7805CT) digunakan agar
keluaran yang











